
Imam Syafi’i
Imam asy-Syafi’i adalah teladan
dalam kesungguhan dan fikih. Beliau juga adalah panutan dalam keimanan,
ketakwaan, wara’, dan ibadah. Ar-Rabi berkata, “Syafi’i membagi malam menjadi
tiga bagian: sepertiga pertama untuk menulis, sepertiga kedua untuk shalat, dan
sepertiga sisanya untuk tidur”.
Beliau
rahimahullah tidak membaca Alquran kecuali dalam shalatnya. Al-Muzani
mengatakan, “Aku tidak melihat asy-Syafi’i membaca Alquran pada malam hari
kecuali saat beliau shalat”. Imam asy-Syafi’I juga disifati dengan hikmah dan
dermawan, serta sifat-sifat dan akhlak-akhlak terpuji lainnya.
Yang
menakjubkan dan rasa-rasanya sulit dijangkau dengan akal kita karena kekurangan
yang ada pada kita, Imam asy-Syafi’i mengkhatamkan Alquran sebanyak 60 kali di
bulan Ramadhan. Beliau membacanya saat shalat dan di luar shalat.
Dari sini
kita dapat memahami alangkah berkahnya waktu Ramadhan Imam asy-Syafi’i. Beliau
memanfaatkan waktu-waktu tersebut sehingga bisa mengkhatamkan Alquran dua kali
dalam sehari.
Abduullah
bin Umar
Abdullah bin
Umar radhiallahu ‘anhu selalu berbuka bersama anak-anak yatim dan orang-orang
miskin. Penghasilannya tidak ia nikmati sendiri, ia senantiasa membagikannya
kepada orang miskin dan yang membutuhkan. Ayyub bin Wa-il ar-Rasibi pernah
melihat Abdullah bin Umar mendapatkan uang sebanyak 4.000 dirham dan kain. Di
hari berikutnya Ayyub melihatnya berada di pasar membeli sebuah hewan untuk
dikendarai. Ayyub pun menemui keluarga Abdullah bin Umar dan bertanya tentang
apa yang dilakukan oleh Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu. Keluarganya
mengabarkan bahwa Abdullah bin Umar tidak tidur sejak kemarin membagi-bagikan
apa yang ada padanya hingga ia pulang dengan tangan kosong. Ketika kami
bertanya kepada beliau, beliau mejawab, “Semuanya sudah aku dermakan kepada
orang-orang fakir”.
Qatadah
as-Sadusi
Qatadah bin
Da’amah as-Sadusi, seorang tokoh tabi’in. Qatadah terbiasa mengkhatamkan
Alquran setiap tujuh hari satu kali. Dan di bulan Ramadhan, beliau tingkatkan
menjadi tiga hari sekali. Semangat beliau semakin bertambah ketika memasuki 10
hari terakhir Ramadhan, beliau mengkhatamkannya hanya dalam satu hari.
Az-Zuhri
Nama beliau
adalah Muhammad bin Muslim az-Zuhri. Beliau adalah seorang tokoh tabi’in Kota
Madinah dari kalangan Quraisy dan orang pertama yang menyusun hadits.
Diriwayatkan
dari Abi az-Zanad bahwa ia pernah tawaf bersama az-Zuhri. Ia mengisahkan bahwa
az-Zuhri tawaf dengan membawa catatan dan lembaran kertas untuk mencatat apa
yang ia dengar (ilmu).
Umar bin
Abdul Aziz pernah menulis surat edaran kepada para pejabatnya untuk
memperhatikan keadaan az-Zuhri. Kata Umar bin Abdul Aziz, “Wajib bagi kalian
memperhatikan Ibnu Syihab. Karena tidak ada seorang pun yang lebih mengetahui
sunnah dari pada dia”.
Apabila
datang bulan Ramadhan, az-Zuhri meninggalkan membaca hadits dan berdiskusi
dengan para penuntut ilmu. Beliau focus membaca Alquran langsung dari
mush-hafnya.
Sufyan
ats-Tsauri
Beliau adalah Sufyan bin Said
ats-Tauri. Karena banyaknya hafalan haditsnya, beliau dijuluki amirul mukminin
fil hadits (pemimpin orang-orang yang beriman dalam bidang hadits). Apabila
Ramadhan tiba, beliau meninggalkan ibadah-ibadah sunnah, lalu serius dan focus
pada membaca Alquran.
Sumber:
islamstory.com
Oleh
Nurfitri Hadi
Artikel www.KisahMuslim.com
Artikel www.KisahMuslim.com