Bagaimana Ulaa salaf Menjaga lisan Mereka?

Posted By:


Kebanyakan manusia menganggap remeh dan membiarkan lisan mereka

*Ibnu Mas'ud* -semoga Allah meridhainya-* begitu khawatir mengolok-olok anjing apalagi mengolok-olok  manusia?

Beliau berkata:

لو سخرت من كلب،  خشيت أن أحول كلبا
"kalau aku *mengolok-olok anjing*, aku khawatir berubah menjadi anjing."
[Az-Zuhd; karya Hannad bin Assirry 2/570].

Subhanallah

Kedalaman ilmunya membuahkan rasa takut untuk *mengolok-olok seekor anjing*

Hewan adalah ciptaan Allah, dan jikalau Allah berkehendak tentu manusia bisa berubah seperti yang diolok-oleh olehnya!

Yang sema'na dengan pesan *Ibnu Mas'ud* banyak sekali di antaranya:

*Ibrahim An-Nakho'i* berkata: _"Sesungguhnya aku betul-betul melihat sesuatu yang aku sangat membencinya, maka tidak ada yang menghalangiku untuk membicarakannya melainkan takut  menimpa kepadaku yang sepertinya_."
[Al-Baihaqi dalam *Syu'abnya* 6353].

*Ibnu Sirin* berkata: _"Aku mencela seseorang, Aku berkata:  Wahai orang yang bangkrut! Maka aku menjadi bangkrut setelah 40 tahun !"._
[Shaid Al-khaathir hal. 39].

*Hasan* berkata: _"Dahulu ulama salaf  berkata: Barangsiapa yang menuduh saudaranya dengan  dosa yang sungguh  telah ditaubatinya, pasti orang tersebut tidak akan meninggal melainkan setelah Allah timpakan dosa (semisalnya) kepadanya"_.
[Ash-Shomt; karya Ibnu Abi Dunya hal. 170].

 *Imam Malik* berkata:
"Aku menemukan sekelompok manusia di Madinah yang tidak memiliki 'aib, lalu mereka mencela manusia, jadilah mereka memiliki 'aib. dan aku menemukan sekelompok manusia di madinah yang memiliki 'aib, lalu mereka diam dari 'aib-'aib tersebut, maka 'aib-'aib mereka dilupakan"
[Adh-dhau Al-laami', li Ahli Al-Qorni At-Taasi' 1/106].

Semoga bermanfa'at

0 Komentar